Pemberian Minyak Jintan Hitam (Nigella sativa) Topikal Meningkatkan Regenerasi Jaringan Luka Tikus Diabetes Melitus

  • Maria Margaretha Hibono Program Magister Program Studi Ilmu Biomedik Kekhususan Anti Aging Program Pascasarjana Universitas Udayana Denpasar

Abstract

Penyebab kegagalan penyembuhan luka pada diabetes mellitus adalah multifaktorial. Kegagalan dari fungsi leukosit adalah faktor yang utama dari penyembuhan luka diabetes yang sulit sembuh. Thymoquinone, zat aktif utama pada jintan hitam, mempunyai efek anti mikroba, anti inflamasi, immunomodulator, dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh minyak jintan hitam (Nigella sativa) yang diberikan secara topikal terhadap peningkatan regenerasi jaringan luka yang dilihat dari neovaksularisasi, jumlah fibroblas, dan epitelisasi pada tikus diabetes melitus.
Penelitian ini menggunakan tikus (Rattus novergicus) usia 3-4 bulan sebagai subjek yang secara anatomis memiliki kesamaan dengan manusia dewasa. Penelitian eksperimental ini menggunakan rancangan peneltian Posttest Only Control Group Design . Subjek penelitian dibuat menjadi diabetes dengan pemberian Streptozotocin (STZ) dengan dosis tunggal 50 mg/kgBB, yang disuntikkan secara intraperitoneal. Jumlah sampel dalam penelitian ini 30 ekor tikus diabetes yang dibagi menjadi 3 kelompok. Tikus dilukai kulit punggungnya dengan diambil kulit full thickness diameter 0,5 cm menggunakan pump biopsi. Kelompok pertama adalah kelompok kontrol negatif diberi cream emulgide topikal dengan oral amoksilin, kelompok ke-dua adalah kelompok perlakuan diberi minyak jintan hitam 100% topikal dengan oral amoksilin, dan kelompok ke-tiga adalah kelompok kontrol positif diberi salep mupirocin 2% topikal dengan oral amoksilin untuk masing-masing kelompok selama 14 hari. Tikus dikorbankan pada hari ke 14 dan diambil jaringan lukanya untuk dilakukan pemeriksaan histopatologi terhadap neovaskularisasi, jumlah fibroblas, dan epitelisasi.
Berdasarkan hasil analisis sesudah perlakuan didapatkan bahwa rerata neovaskularisasi kelompok kontrol negatif adalah 25,00±1,89, kelompok perlakuan adalah 8,30±2,21, dan kelompok kontrol positif adalah 7,50±2,51; rerata jumlah fibroblas kelompok kontrol negatif adalah 79,10±2,81, kelompok perlakuan adalah 32,80±4,73, dan kelompok kontrol positif adalah 29,90±4,99; rerata epitelisasi kontrol negatif adalah 60,84±2,79, kelompok perlakuan adalah 96,96±9,59, dan kelompok kontrol positif adalah 96,30±1,17. Selanjutnya pada rerata neovaskularisasi dan jumlah fibroblas diuji dengan uji One Way Anova diperoleh hasil berbeda secara bermakna (p<0,05), dan dilanjutan dengan uji Least Significant Difference – test LSD pada neovaskulariasi dan jumlah fibroblas antara ketiga kelompok diperoleh hasil perbedaan bermakna kecuali antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol positif. Sedangkan uji perbandingan antara ketiga kelompok terhadap rerata epitelisasi dengan menggunakan Kruskal-Wallis menunjukkan hasil berbeda secara bermakna (p<0,05) dan dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney, diperoleh hasil perbedaan bermakna kecuali antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol positif.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian minyak jintan hitam secara topikal dapat meningkatkan regenerasi jaringan luka pada tikus diabetes dengan cara meningkatkan epitelisasi, menurunkan neovaskularisasi dan jumlah fibroblas pada hari ke 14.

Published
2017-10-25
How to Cite
HIBONO, Maria Margaretha. Pemberian Minyak Jintan Hitam (Nigella sativa) Topikal Meningkatkan Regenerasi Jaringan Luka Tikus Diabetes Melitus. IJAAM (Indonesian Journal of Anti-Aging Medicine), [S.l.], v. 1, n. 1, p. 25-31, oct. 2017. ISSN 2615-5079. Available at: <https://ijaam-unud.org/ojs/index.php/ijaam/article/view/8>. Date accessed: 23 feb. 2020.